Sehari di Kutacane (2)

Wednesday, October 24, 20120 comments

HARI ini, saya berada di depan halaman SDN 2 Bambel, Aceh Tenggara. Dulu, sekitar 22 tahun lalu, saya menimba ilmu di sekolah itu. Saya sempat menghabiskan waktu setahun di sana. Ketika naik kelas dua, saya pindah ke SDN Blang Siren, Aceh Utara. Mengikuti orang tua yang pindah tempat tinggal.

Sewaktu berada di SDN 2 Bambel, sekolah ini masih lusuh. Ada sepuluh ruangan. Namun, yang difungsikan hanya tujuh. Enam ruang kelas, plus satu ruang guru. Sedangkan tiga ruang dibelakang, tidak difungsikan. Karena, tak layak ditempati. Saya ingat betul, waktu itu ayah saya (Zainal Abidin Sambo) mendaftarkan saya ke sekolah itu, ya ruang penerimaan murid baru persis di ruang yang tak layak pakai itu. Dinding papan, cat putih kusam, dan atap bocor. Namun, saat itu, SDN 2 Bambel menjadi favorit banyak murid. Dikenal sebagai sekolah yang aktif, dan jarang tawuran. Zaman itu, tawuran bukan hanya tradisi pelajar dan siswa. Murid pun kerap tawuran. Teman-teman saya di SDN 2 Bambel waktu itu, Jhoni, Ahmad Mistiadi, Gunawan, dan beberapa teman yang saya tidak ingat namanya.

Hari ini, sekolah itu baru selesai dibangun. Masih tercium bau cat, dan bekas semen berserakan. Halaman sekolah gundul. Tak ada pohon waru, tempat kami berteduh dulu. Kini, sekolah itu gersang.

Saya tidak bisa menemui guru kelas saya dulu. Namanya Bu Nur. Menurut guru yang kini menempati mes di sekolah itu, Bu Nur sudah lama pensiun. Tak diketahui dimana dia menetap saat ini. Saya ingin berterima kasih, karena beliaulah orang yang pertama mengajarkan saya menghitung.

SMK
Saya juga mengunjungi SMKN 1 Kutacane. Dulu, saya menamatkan pendidikan menengah di SMK ini. Jurusan Akutansi 2. Pada zamannya, Akutansi 2 dikenal sebagai siswa bandel. Tapi, cerdas. Umumnya, ketua OSIS berasal dari kelas ini. Termasuk aku salah satunya.

Kini, sekolah itu semakin canggih. Ruang kelas sudah beton. Tak ada lagi ruang kelas dengan jendela dan pintu terbuka selebar-lebarnya, khas bangunan tahun 70-an. Kini, gedungnya minimalis. Gapura minimalis. Bahkan sekolah itu kini berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Semoga, ke depan sekolah itu semakin maju. Melahirkan akuntan handal, ahli manajemen, dan sektretaris yang mumpuni. Kabarnya, jurusan sudah bertambah satu yaitu jurusan teknologi informasi komputer. Hebat. Teman saya di SMK ini banyak, beberapa saya masih ingat namanya, Viska Novita Jagia, Dedy Y Darmen Mentedak,Almarhum Chandar Gunawan, Riko Rau Andika, Sri Helena, Sri Kartika, Sri Wahyuni, Mardiana, Eka Pratiwi Marsyah, Pesta, Berta, Erlin, Maradona, Mulyani Mumul, Umi, Masriadi Selian, Ola Mutia, Hendrik, Mulyadi, Nasri, Roni, Taufik (ini teman di Akuntansi 2).

Teman lainnya di Akutansi 1, Novita, Amiruddin, Robi, Basri, Maruli, Minge, Hefni, dan lainnya. Beberapa diantaranya masih sering komunikasi sekarang. Umumnya, sulit mencari waktu untuk bertemu. Sebagian diantara mereka berada di luar kota Kutacane, sebagian lagi menetap di Kutacane. Ada yang menjadi pengusaha, guru, karyawan swasta, pegawai negeri, TNI, dan lain sebagainya.

Kutacane, 21 Oktober 2012
==masriadi sambo==
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | By Safrizal
Copyright © 2012. :: cerita tentang aceh:: - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger