Menentramkan Hati Saat Ramadan

Saturday, July 5, 20140 comments

HARI ini meugang Nak. Hatiku gembira melihat mulutmu komat-kamit menguyah rendang daging sapi yang di masak Adong. Sesekali, kamu mengambil tauco daging ayam yang dimasak Umi. Meugang, tradisi makan daging sebelum memasuki bulan ramadan. Tahun ini, ramadan keduamu bersama kami. Usiamu kini dua tahun lebih dua bulan.
          Kamu sangat menikmati daging rendang yang kenyal itu. Memang, masakan Adong-nenekmu—tiada duanya di dunia ini. Bagi Abi, Adongmu merupakan orang yang paling hebat masak di nusantara. Mengalahkan chef yang sering tampil di televisi dengan menggenakan bahasa Inggris itu.
          Besok ramadan pertama. Malam ini sahur pertama. Sebelum tidur, Abi menanyakan apakah kau akan berpuasa besok hari. “Iya. Adek puasa. Nanti makan sahul,”jawabmu sembari minum susu dari botol plastik.
          Kami mengajarimu berpuasa sedini mungkin. Meski pun, Abi tahu kamu pasti tak kuat menahan lapar dan haus seharian. Namun, sejak usiamu dua tahun, kami sudah mengajarkan apa arti puasa. Ibadah yang hanya bisa kita lakukan sebulan dalam setahun. Ini puasa wajib Nak. Selebihnya, ada juga puasa sunnat semisal puasa di hari Senin dan Kamis.
          Ketika sahur tiba, suara bilal dari masjid terdengar membangunkan warga untuk sahur, kami terjaga. Menggoyangkan tubuh mungilmu. Agar bangun dan ikut makan sahur. Dengan girang, kamu bersorak-sorai, buru-buru turun dari tempat tidur dan setengah berlari ke dapur.
          Di dapur, Kakak dan Umimu sudah menyiapkan hidangan untuk makan sahur. Matamu awas melihat ke hidangan.
          “Adek nggak mau makan naci. Adek mau makan sahul,” katamu sembari merengek di pangkuanku.
          Kami saling tatap. Kakakmu tak tahan membendung tawa. Tawa membuncah di malam pertama ramadan. Kamu mengira, sahur itu sejenis makanan yang bisa dimakan dan hanya tersedia saat bulan puasa. Nak, sahur itu mengkonsumsi makanan sebelum berpuasa. Dilakukan sebelum imsak, atau sebelum waktu salat subuh tiba. Islam sangat mengatur manusia. Kita diwajibkan berpuasa dengan bekal makan sahur. Agar kesehatan terjaga. Agar tubuh tetap fit dan sanggup beraktivitas selama melaksanakan puasa.
          Seorang teman Abi, memiliki anak laki-laki usianya setahun lebih tua darimu. Dia bercerita bahwa anaknya juga mengira sahur itu sejenis makanan. Inilah sebabnya kami mengajarkanmu tatacara beribadah dalam Islam. Agama yang kita anut dan agama maha sempurna ini Nak. Agar, kelak ketika usiamu bertambah, pengetahuan agamamu sudah baik. Sudah tahu tatacara beribadah yang baik. Sehingga, engkau menjadi anak yang beriman dan taat pada perintah Tuhan.
          Mengapa kita berpuasa? Seorang ulama Al Bukhari menyebutkan Rasul kita, Muhammad SAW tegas menyatakan barangsiapa berpuasa ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhaan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.
          Betapa mulianya bulan ini, sehingga ketika bulan ini berakhir, kami khawatir tidak bisa bertemu ramadan berikutnya. Karena, batas akhir usia kita menempati bumi ini tak pernah kita ketahui. Kita hanya diberikan izin tinggal untuk sementara di bumi ini, sebelum pindah ke alam sana. Ada batas waktu menginjak punggung bumi. Ketika batas waktu itu berakhir, maka kita harus segera pindah ke alam barzah. Pindah ke alam kubur untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita.
          Untuk itu, sejatinya Nak, ketika izin tinggal di bumi ini masih berlaku, kita lakukan hal-hal baik. Melaksanakan ibadah sesuai perintah sang pencipta. Melakukan kebaikan kapan saja, dimana saja dan terhadap siapa saja. Ikhlaslah melakukan ibadah dan kebajikan. Jangan hanya karena ingin dikatakan sebagai seorang alim, seorang dermawan, atau seorang yang murah hati, engkau melaksanakan ibadah. Niat ibadah itu sesungguhnya hanya karena Allah SWT. Bukan karena, ingin populer, ingin ditasbihkan sebagai ustaz atau ingin diberi label sebagai manusia murah hati dan rajin menolong sesama.
          Nak, satu hari ketika Rasul hendak menaiki mimbar untuk berkhotbah, beliau mengucapkan kata “Amin” sebanyak tiga kali. Saat menaiki anak tangga pertama beliau mengucapakan Amin, begitu juga pada anak tangga kedua dan ketiga mimbar tersebut. Seusai salat, para sahabat yang mendengar dan menyaksikan perbuatan Rasul bertanya, mengapa Rasullullah mengucapkan Amin sampai tiga kali?
Rasul menjawab bahwa ketika menaiki anak tangga mimbar, Malaikat Jibril datang dan berkata kecewa dan merugilah seorang yang bila namamu (nama Rasul) disebut dan dia tidak mengucapkan salawat atasmu,” lalu aku berucap amin. Kemudian malaikat berkata lagi, kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama kedua orang tuanya tetapi dia tidak bisa masuk surga, kemudian rasul menjawab Amin. Dan terakhir kata Rasul, malaikat berkata kecewa dan merugilah orang yang berkesempatan hidup pada bulan ramadan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya, lalu Rasul mengucapkan amin.
Nak, begitu maha pentingnya mengisi hidup dengan perbuatan baik dan ibadah yang baik. Termasuk mengisi ramadan dengan segala ibadah, baik itu wajib atau sunnat.
Ramadan sering disebut bulan penuh berkah dan pahala melimpah. Salah satunya, perawi hadis Ahmad menyebutkan Rasulullah bersabda Allah mewajibkan puasa ramadan dan aku mensunahkan salat malam harinya. Barang siapa berpuasa dan salat malam dengan mengharapkan ridha Allah, maka dia akan keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.
Sungguh, jika kita melaksanakan perintah Allah itu, maka dosa-dosa kita terampuni seluruhnya. Allah maha mengasihi kita umatnya yang sering alpa dan khilaf. Sehingga, mencatatkan dosa-dosa dalam perjalanan hidup.
Nak, salat sunnah malam hari di bulan ramadan itu namanya tarawih dan witir. Jika Abi tak melaksanakan salat tarawih di masjid, maka Abi mengajakmu tarawih di rumah. Kita salat bersama. Meski, saat salat engkau terkadang melongo kiri-kanan. Tidak khusuk.
Abi ingin kau terbiasa salat. Baik itu salat fardu maupun sunnat seperti tarawih dan witir. Ketika kau terbiasa salat Nak, Abi berharap, engkau akan menjadi pria yang selalu salat. Mendahulukan salat daripada hal-hal lain yang harus engkau kerjakan. Toh, salat tak butuh waktu berjam-jam. Untuk tarawih dan witir misalnya, kita hanya butuh waktu sekitar satu jam melaksanakan 23 rakaat. Sebagian orang melaksanakannya 11 rakaat. Tak ada yang salah untuk perbedaan rakaat ini. Rasul pernah melakukan keduanya.
Nak, ketika engkau besar nanti, teknologi semakin canggih. Jangan pula terpapar dari gempuran dunia digital itu. Kita butuh teknologi untuk mempermudah semua pekerjaan. Namun, jangan sampai teknologi itu merubah kemauanmu untuk ibadah. Jangan sampai Abi mendengar satu hari kelak, engkau tak berpuasa hanya karena khawatir mulutmu mengeluarkan bau yang tak sedap. Bau mulut yang agak apek dan kecut.
Sesungguhnya, Rasul sudah menjamin bahwa bau mulut seorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah saat hari kiamat tiba daripada harumnya misik (minyak wangi paling harum di dunia). Bau mulut bisa kau atasi dengan mensikat gigi setelah makan sahur dan sebelum imsak. Jangan gunakan alasan untuk beribadah Nak. Ingatlah, hidup di dunia ini hanya sementara saja. Yang kekal adalah hidup kita di alam sana, alam barzah yang maha abadi.
Ramadan ini sangat menentramkan hati Nak. Membawa kita pada kesejukan jiwa. Jiwa-jiwa kita yang selama ini mungkin tidak tentram karena selalu memikirkan pekerjaan dan segala urusan duniawi akan tentram di bulan ramadan ketika kita melaksanakan ibadah. Abi tidak habis pikir, mengapa masih ada orang di dunia ini yang tidak berpuasa hanya karena alasan tak sanggup menahan lapar dan dahaga. Sesungguhnya, niat berpuasa itu memantik jiwa kita untuk tetap kuat menahan haus dan lapar. Tidak terasa lemah. Namun, jika niat kita memang tidak berpuasa, maka lemah lunglah akan lahir sendirinya.
Nak, ketika engaku berpuasa, jagalah ucapan dan perbuatanmu. Janganlah berucap cadas, tahanlah emosi dan nafsumu. Agar puasamu sah sampai waktu berbuka tiba. Allah tidak membutuhkan lapar dan hausmu ketika engkau tak mampu menahan emosi dan nafsumu. Sesungguhnya, musuh terbesar manusia bukanlah godaan setan. Namun, musuh terbesar manusia bagaimana mengendalikan hawa nafsu dan emosi.
Engkau kaum terdidik Nak. Sejak kecil, kami mengajarkan perbuatan baik sesuai kaidah agama kita. Jangan sampai, engkau kalah hanya dengan emosi dan nafsu. Tuhan memberikan otak pada kita untuk berpikir. Menyiasati bagaimana mengendalikan emosi dan nafsu dalam jiwa kita. Jangan sebaliknya, emosi dan nafsu mengendalikanmu. Jika itu terjadi, maka engkaulah orang yang paling bodoh di muka bumi Nak. Kalah karena emosi dan nafsu itu sangat memalukan.
Selain itu Nak, jika kau memiliki rezeki lebih, berilah kaummu, orang-orang yang berpuasa makanan atau minumman. Perawi hadis Attirmidzi menyatakan barang siapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka dia memperoleh pahalanya. Dan, pahala bagi yang menerima makanan (berpuasa) sama sekali tidak dikurangi sedikit pun.
          Nak, ingat, bulan ini hanya sekali dalam setahun. 30 hari atau empat pekan. Di akhir puasa, akan tiba hari kemenangan. Mari menyambut Idul Fitri dengan suka cita. Karena kita telah terlahir kembali sebagai orang yang suci. Terampuni dosa-dosa kita.
          Abi minta, setelah ramadan, ikutilah dengan berpuasa enam hari pada bulan syawal. Niscaya Allah melipatgandakan pahala untukmu Nak. Siapa saja yang berpuasa penuh saat ramadan, dilanjutkan enam hari bulan syawal, sama dengan seperti berpuasa seumur hidup. Begitulah kesempurnaan ibadah puasa ini Nak.
          Allah menjamin pahala melimpah untuk kita. Terpenting, kita menjalaninya dengan ikhlas dan mengharap ridha Allah SWT. Bukan mengharap perhatian dari sesama manusia. Semoga, Abi, Umi dan kau Nak bisa melaksanakan puasa ini sepenuhnya. Amin.


           
           
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | By Safrizal
Copyright © 2012. :: cerita tentang aceh:: - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger